Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) memiliki komunitas penyintas kanker payudara yang terdiri dari SKP Dian dan SKP Kartika. Salah satu anggota SKP Kartika, Yeye Nurhayati yang biasa disapa Yeti ingin berbagi cerita dan pengalamannya melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya dari tahun 2018.
Didiagnosa terkena kanker payudara di tahun 2018 hingga tak bisa makan membuat fisik Ibu Yeti melemah dan harus mendapatkan perawatan intensif agar bisa menjalani serangkaian pengobatan. Wanita berhijab ini merasa beruntung karena memiliki keluarga yang memberikan support penuh kepadanya untuk meraih kesembuhan.
“ Saya ingin berbagi cerita dan pengalaman saya. Saya didiagnosa kanker payudara itu tahun 2018. Perjalanan saya itu saya harus kemoterapi, sinar radiasi, kemudian suntik joladex sampai rambut saya harus mengalami kebotakan. Saat itu saya juga tidak bisa makan sampai akhirnya saya sempat ngedrop dan harus dirawat karena saya tidak mau makan tapi untungnya keluarga selalu memberi support saya untuk tetap semangat untuk menjalani setiap pengobatan,” cerita Ibu Yeti
Namun, menjadi penyintas kanker payudara tidaklah mudah untuk Ibu Yeti. Berbagai cobaan menimpanya mulai dari penyakitnya yang dibilang azab oleh orang dan tak sedikit juga yang menyumpahi Ibu Yeti karena terkena penyakit kanker payudara. Walau banyak cobaan, Ibu Yeti tak menyerah dan tetap bisa bangkit untuk menjemput kesembuhan.
“ Waktu itu ada orang yang bilang katanya penyakit ini adalah azab sedangkan saya tidak tahu azab saya apa, terus ada yang nyumpahin saya juga tapi alhamdulillah nya dibawah sumpahan orang itu saya tetap bisa bangkit, saya bisa tetap semangat. Suami juga tetap mendukung saya. Mereka itu kayaknya dibalik sakitnya saya ada yang “syukurin” gitu padahal saya juga tidak menyakiti mereka, tidak pernah bergaul dengan mereka juga tapi kenapa mereka sejahat itu kepada saya,” curhat Ibu Yeti.
Semangat Ibu Yeti, jangan dengarkan apa kata orang, tetap fokus menjalani pengobatan untuk mendapat kesembuhan.